"Ingin mengenal dunia? Baca! Ingin dikenal dunia? Nulis!"

"Welcome to Dunia Zulfhania".

Showing posts with label idola cilik. Show all posts
Showing posts with label idola cilik. Show all posts

Sunday, September 23, 2012

Tentang Sahabat #2



                 DUA                 

Keegoisanku Merubah Segalanya (Ray P.O.V.)





Aku memutar lagi rubikku menjadi bentuk yang berantakan. Lalu aku membenarkannya kembali ke bentuk semula. Sudah berulang kali aku memutar-mutar rubikku, merasa bosan dengan keheningan yang menyelimuti kami. Sesekali aku melirik kesal ke arah dua sahabatku yang duduk agak jauh di hadapanku. Mereka juga sedang main rubik, sama sepertiku. Bukan, kurasa mereka tak sepenuhnya bermain rubik. Sesekali Acha meminta bantuan Deva untuk memberitahu cara menyelesaikan rubik itu. Aku tahu, Acha memang tak mengerti cara bermain rubik. Dan aku pun tahu, Deva sangat jago memainkan rubik ini. Tapi bisakah mereka tak menghiraukanku?

Aku bosan. Aku jenuh. Aku bangkit dari dudukku dan berjalan mendekati mereka.

“Ada permainan lain?” tanyaku memecah keheningan.

“Sebentar, Ray, lagi tanggung. Terus ini gimana lagi, Dev?” Acha langsung berpaling ke Deva.

Jujur. Aku kesal dengan perlakuan Acha tadi. Entah datang darimana rasa kesal itu, yang jelas aku benar-benar kesal dan tak tahan oleh semua ini.

“Tinggal diputer gini aja, Cha, terus samain warnanya.” Deva menunjukkan caranya dengan memakai rubik lain.

Wednesday, September 19, 2012

Tentang Sahabat #1

                 SATU                 

Ukiran Persahabatan




Acha meniup serbuk-serbuk penghapus yang mengotori lembar sketsanya. Ia tersenyum puas setelah melihat lukisan yang tersembunyi di balik serbuk penghapus tersebut. Lukisan yang selalu ingin membuatnya selalu tersenyum.

“Yeeyy… sebelas lawan delapan!” teriak seorang lelaki yang tengah berjalan mundur menghindari seorang sahabatnya di lapangan basket sana. Ia baru saja memasukkan angka ke dalam ring basket setelah melewati pertahanan sahabatnya yang begitu ketat.

Acha melirik sekilas kedua makhluk di lapangan sana. Senyumannya masih tersungging di bibir tipisnya.

“Ayooo Dev, jangan mau kalah dari Raaay…” teriak Acha kemudian.

Kedua lelaki di lapangan basket sana menengok sekilas ke sumber suara. Seorang gadis tengah duduk di bangku pinggir lapangan sambil memangku sebuah sketsa kecil di pahanya. Kedua lelaki itu kemudian saling pandang dengan tatapan menantang.

“Ayo kita lanjutkan!” seru lelaki yang tadi memasukkan angka.

Friday, November 25, 2011

B I A R L A H

Judul: Biarlah 
Main Chara: Ray - Acha - Iza - Ify - Satria 
Genre: Sad Romance 
Author: Zulfa Azkia 



Dengan langkah tergesa-gesa, Acha melangkah menelusuri sepanjang koridor. Berkali-kali wajah Iza berkelabut dalam pikirannya. Menguasai otaknya yang kini tengah disibukkan dengan materi kuliah. Namun Acha tak peduli. Ia tetap harus menemui Iza, walaupun ia harus ketinggalan materi kuliah yang akan menentukan kelulusan S1 nya nanti.

“Acha,”

Suara lelaki tadi telah sukses membuat langkah Acha terhenti. Ia membalik, sementara lelaki itu berlari menghampirinya.

“Kamu mau kemana Cha?” Tanya lelaki itu setibanya di hadapan Acha.

“Iza, Ray. Aku harus nemuin dia. Iza kritis lagi,” kata Acha dengan tingkah gelisahnya.

“Tapi Cha, jam sepuluh nanti kita ada presentasi. Tinggal aku dan kamu aja yang belum presentasi. Kita butuh nilai,” kata Ray.

Friday, July 29, 2011

Sekali Ini Saja (Songfict Spesial Rify)

Oke, ini dia postingan cerita pertamaku. Cerpen lama loh. Lama banget malah. Moga aja masih ada yang mau baca. Well, happy reading ^_^

Judul: Sekali Ini Saja
Main Chara: Rio - Ify (Rify 'Idola Cilik')
Genre: Friendship, Sad Romance
Author: Zulfa Azkia


Nb: Baca cerpen ini sambil dengerin lagunya Glenn Fredly deh yang Sekali Ini Saja. Yakin banget feel-nya pasti nyampe :D sok tahu dah gua, haha



Bersamamu…
Kulewati…
Lebih dari seribu malam…

* * *

"Lihat ada bintang jatuh!"