"Ingin mengenal dunia? Baca! Ingin dikenal dunia? Nulis!"

"Welcome to Dunia Zulfhania".

Thursday, October 18, 2012

Apa Salahku?

Sebenarnya aku tak mengerti apa yang telah terjadi. Kamu tiba-tiba menjauhiku. Bahkan tidak mau bertatap muka denganku. Aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang terjadi?


Seringkali aku berpikir, apa salahku? Kenapa tiba-tiba kamu menjauhiku? Kenapa kamu melakukan hal tersebut seolah menunjukkan bahwa kamu marah padaku?


Seharusnya kamu bicara padaku. Seharusnya kamu berterus terang padaku. Seharusnya kamu menjelaskan kenapa tiba-tiba kamu menjauhiku.


Ada beberapa hal yang harus dikatakan baru dapat dimengerti.


Seharusnya kamu mengerti kalimat itu, Teman?


Bila kamu tidak mengatakan apa-apa padaku, bagaimana aku bisa tahu apa salahku padamu?


Kamu adalah temanku, bukan? Atau selama ini aku hanya berteman denganmu sendirian? Apakah hanya aku yang menganggap kamu adalah temanku, sementara kamu tidak?


Siapapun kamu, katakanlah padaku apa salahku! Aku ingin tahu. Agar aku bisa memperbaiki kesalahanku padamu. Agar aku tidak mengulang kembali kesalahan yang sama kepadamu. Agar aku tetap bisa berada di dekatmu. Agar aku tetap bisa berteman denganmu walaupun mungkin kamu tidak menganggapku adalah temanmu.


Teman, bicaralah padaku! Katakan padaku apa salahku! Agar tak ada salah paham lagi di antara kita.


Sungguh, aku tak ingin kamu menjauhiku. Aku tak ingin kamu marah padaku. Terlebih aku tak mau kamu membenciku.


Percayalah, tak ada seorangpun yang ingin dibenci oleh oranglain!


Aku pun termasuk ke dalamnya.


Therefore, tell me what was my fault!




Cheers,

Zulfhania

Wednesday, October 17, 2012

Bukan Dia, Tapi Aku (#1)

Bagiku, sahabat adalah segala-galanya. Apakah kamu setuju?


Aku yakin kamu pasti setuju. Tapi, mungkin bukan diperuntukkan untukku, melainkan mereka, orang-orang terdekatmu yang selalu berada di dekatmu.


Lalu, apakah aku tidak termasuk ke dalamnya? Sebagaimana aku juga selalu berada di dekatmu seperti mereka. Entahlah.


Tapi yang kurasa, aku hanya bersahabat denganmu sendirian.


Sungguh, sama sekali aku tidak memiliki pemikiran seperti itu. Bahkan sama sekali tidak menginginkannya. Bagiku, kamu adalah sahabatku, dan aku adalah sahabatmu. Seperti apa dari arti kata "sahabat", aku dan kamu selalu bersama dan selalu menyediakan ruang dan waktu untuk berbagi suara hati.


Namun, kini sudah berubah. Dan tak lagi sama.


Aku hanya merasa bahwa hanya aku sendiri yang menganggapmu sahabat, tapi kamu tidak.


Semuanya bermula dari pelajaran kesenian.

Sedang Rindu

Teman, aku kangen kamu yang dulu,

yang selalu menyambutku dengan senyuman hangat

kala pagi datang di kelas


Teman, aku kangen kamu yang dulu,

yang senantiasa mendengar candaan suka duka keluh kesahku


Teman, aku kangen kamu yang dulu,

yang selalu bertukar cerita tentang dia,

seseorang yang kita kagumi


Teman, aku kangen tawa renyahmu

Sungguh, percayalah, ini bukan lelucon


Teman, tahukah?

Terkadang seringkali terlintas dalam benakku tentangmu

Sungguh, percayalah, ini bukan lelucon


Teman, tahukah?

Ketika kamu bersedih, aku merasa ikut bersedih

Jiwaku seakan merasakan jiwamu, sungguh


Ini sungguhan, teman

Kamu boleh tidak percaya padaku, tapi percayalah pada kata-kataku

Sungguh, ini bukan lelucon


Teman, kuharap kamu tahu,

aku benar-benar merindukan sosokmu yang dulu,

yang pernah kukagumi dalam hati


Jangan marah padaku bila nanti kamu membacanya, ini hanya suara hati seseorang yang sedang rindu

The End



Cheers,

Zulfhania

Sunday, October 7, 2012

"Pena lebih tajam dibandingkan senjata yang penuh dengan amunisi."

"Buku adalah kawan yang dapat memberikan pilihan yang terbaik."